Warga negara dapat menggunakan paspor mereka untuk bepergian ke luar negeri. Dua jenis paspor yang paling umum saat ini adalah paspor biasa dan paspor elektronik, karena kemajuan teknologi. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Mana yang paling sesuai dengan Anda? Lihat perbedaan antara keduanya di bawah ini.
1. Definisi dan Teknologi: Paspor Biasa adalah jenis paspor konvensional yang terbuat dari kertas atau bahan yang lebih kuat dan dilengkapi dengan foto pemegangnya. Biasanya, paspor ini berisi informasi dasar seperti nama, tanggal lahir, foto, tanda tangan, dan beberapa halaman tambahan yang diperlukan untuk visa.
Sebaliknya, paspor elektronik, atau e-paspor, dibuat dengan teknologi chip elektronik yang menyimpan data biometrik, seperti pemindaian wajah dan sidik jari, bersama dengan informasi lain yang tercetak di halaman paspor. Selain itu, e-paspor memiliki beberapa lapisan keamanan tambahan yang sulit dipalsukan.
2. Keamanan: Keamanan yang lebih tinggi adalah keunggulan utama e-paspor. E-paspor, yang hanya bergantung pada foto dan tanda tangan yang tertera di dalamnya, jauh lebih aman dari pemalsuan karena chip yang mengandung data biometrik dapat dibaca dengan alat pemindaian khusus.
3. Proses perjalanan dengan E-paspor lebih mudah. Banyak negara sekarang menggunakan sistem pemeriksaan otomatis yang menggunakan pemindai paspor elektronik. Anda dapat melewati gerbang otomatis di bandara, yang hanya memerlukan pemindaian paspor untuk verifikasi, dan tidak perlu antri lama. Namun, paspor umumnya memerlukan pemeriksaan manual, yang kadang-kadang memakan waktu lebih lama di beberapa negara.
4. Proses Pembuatan dan Biaya: Mendapatkan e-paspor biasanya lebih sulit dan membutuhkan peralatan khusus seperti pemindai biometrik. Selain itu, biaya pembuatan e-paspor biasanya lebih mahal daripada paspor konvensional—di Indonesia, misalnya, biayanya sekitar dua kali lipat.
Namun, paspor biasa mungkin sudah cukup dan lebih murah jika Anda tidak sering bepergian ke luar negeri dan hanya membutuhkan paspor untuk perjalanan sehari-hari. Proses pembuatannya juga lebih cepat dan tidak membutuhkan pemeriksaan biometrik.
5. Kegunaan dan Masa Berlaku: Baik paspor biasa maupun e-paspor memiliki masa berlaku lima tahun untuk orang dewasa dan tiga tahun untuk anak-anak di Indonesia. Namun, e-paspor lebih diterima di negara-negara yang memiliki sistem imigrasi digital dan otomatis.
6. Menurut Anda, mana yang paling cocok?
E-paspor adalah opsi yang lebih baik jika Anda sering bepergian ke luar negeri, terutama ke negara-negara yang sudah menerapkan sistem pemeriksaan paspor otomatis. Sangat menguntungkan untuk memiliki keamanan dan kemudahan dalam perjalanan.
Paspor biasa tetap menjadi pilihan yang praktis dan ekonomis jika perjalanan Anda jarang atau hanya membutuhkan paspor untuk kebutuhan tertentu. Paspor ini masih dapat digunakan di sebagian besar negara, meskipun proses imigrasinya sedikit lebih lama.
Kesimpulannya, baik paspor konvensional maupun elektronik memiliki kelebihan tergantung pada kebutuhan perjalanan Anda. Sementara paspor biasa lebih mahal dan cukup untuk perjalanan jarang, e-paspor menawarkan kemudahan dan keamanan yang lebih tinggi. Seberapa sering Anda bepergian ke luar negeri dan negara mana yang Anda kunjungi memengaruhi pilihan Anda.